plafond (ceiling) yang Paling Umum Digunakan

Plafon merupakan

plafond (ceiling) yang Paling Umum Digunakan

Plafon merupakan-bagian sebuah bangunan yang berada sempurna pada batas dinding & atap. Plafon sendiri mempunyai beberapa fungsi, mulai dari epilog rangka atap, peredam panas,

hingga peredam bunyi. Selain dibentuk buat menjalankan fungsi-fungsi tersebut, plafon juga mempunyai peran besar dalam menentukan gaya atau kesan pada ruangan pada dalam tempat

tinggal . Oleh karenanya, bagian plafon atau langit-langit rumah haruslah direncanakan & diperhatikan dengan baik.

Saat ini terdapat banyak sekali tipe & model plafon yg dapat dipilih buat digunakan pada ruangan rumah. Nah, berikut ini Kania akan membahas beberapa tipe plafon yang paling umum

dipakai. Simak baik-baik, ya!

Plafon Tipe Baki (Tray Ceiling)dekorasi celling

Pada tipe plafon ini, bagian tengahnya dibentuk terangkat atau seolah-olah terlihat tersembunyi. Bagian plafon yg terangkat atau lebih tinggi dapat berbentuk segi empat atau segi banyak

(polygon) menyesuaikan konsep ruangan yg diusung. Selain itu, terdapat juga beberapa variasi yg bisa diterapkan buat mempercantik tampilan plafon tipe ini.

Cara yang pertama adalah dengan memasang lampu pada bagian pada tepian plafon yg lebih tinggi. Cara ini menciptakan pencahayaan ruang tadi seolah–olah tersembunyi.

Plafon merupakan

 

Cara ke 2 buat membuat tipe plafon ini sebagai terlihat lebih menarik adalah menggunakan mengecat bagian plafon yg lebih tinggi menggunakan rona yang berbeda menurut bagian lainnya.

Ada pula yang memberinya motif gambar tertentu atau membedakan material plafonnya. Cara ini dilakukan buat memberikan penegasan dalam desain langit-langit tadi supaya semakin

terlihat menonjol. Biasanya, rancangan ini diaplikasikan dalam desain plafon minimalis.

ipe plafon ini adalah versi standar yang paling sering digunakan pada bangunan rumah. Plafon datar konvensional terdiri atas lembaran material plafon yang dipasang mendatar tepat

dibawah rangka atap. Lembaran material plafon dapat berupa papan kayu, atau bisa juga berupa lembaran anyaman bambu seperti yang biasa ditemukan pada rumah-rumah yang

menonjolkan kesan tradisional.

Lembaran tersebut umumnya dipasang dengan jarak 2,5 hingga 3 meter dari lantai rumah. Namun, agar dapat menciptakan suasana ruangan yang lebih luas, plafon datar konvensional bisa

pula dipasang pada ketinggian lebih dari 3 meter dari lantai.